Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Untad Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp366 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

badge-check


					Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng. (Foto: Istimewa) Perbesar

Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Memasuki awal tahun 2026, Universitas Tadulako (Untad) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Aksi tersebut merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial Untad dalam membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Bantuan dihimpun oleh Tim Pendukung Penanganan Bencana Banjir Sumatra Untad melalui program Open Donation – Untad Peduli Bencana Sumatra yang dilaksanakan pada akhir tahun 2025. Hingga 31 Desember 2025, total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar Rp366.414.500. Donasi ini merupakan hasil kolaborasi dan sumbangsih seluruh sivitas akademika Untad sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan lintas daerah.

Dana bantuan tersebut kemudian dibagi ke tiga provinsi terdampak dan disalurkan melalui tiga perguruan tinggi mitra di masing-masing wilayah, yakni Universitas Syiah Kuala di Aceh, Universitas Sumatera Utara di Medan, dan Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat. Proses penyaluran dikoordinasikan oleh Humas Universitas Tadulako bersama unsur pimpinan universitas guna memastikan bantuan tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng, menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui peran akademik, tetapi juga melalui aksi nyata saat terjadi musibah.

“Atas nama seluruh sivitas akademika Universitas Tadulako, kami menyampaikan rasa duka dan empati yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Universitas Tadulako terpanggil untuk hadir, berbagi, dan mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama,” ungkap Rektor.

Sebelumnya, Untad juga telah mengirimkan tenaga kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ke wilayah terdampak untuk membantu pelayanan medis. Tim Medis Bencana (TMB) AXIS Fakultas Kedokteran Untad melaksanakan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, selama 6–8 Desember 2025. Selain itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Tadulako turut berpartisipasi dalam penggalangan dana yang dilaksanakan sepanjang Desember 2025.

Tidak hanya dalam bentuk bantuan kemanusiaan, Untad juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak bencana. Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Tadulako asal wilayah terdampak di Sumatra akan memperoleh pembebasan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester sebagai upaya meringankan beban ekonomi akibat bencana alam.

Rektor Universitas Tadulako menegaskan bahwa seluruh rangkaian aksi kemanusiaan tersebut mencerminkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial yang senantiasa dijunjung tinggi oleh Untad.

“Seluruh bantuan yang terkumpul merupakan hasil kebersamaan dan kepedulian sivitas akademika Universitas Tadulako. Semangat solidaritas lintas daerah ini menjadi kekuatan kita bersama untuk saling menguatkan di tengah situasi sulit,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Rektor Untad mengajak seluruh pihak untuk terus mendoakan keselamatan masyarakat terdampak, ketabahan bagi para korban, serta berharap agar seluruh bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat secara maksimal. Ke depan, Universitas Tadulako juga membuka peluang untuk kembali menggalang bantuan lanjutan apabila masih dibutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan